PLN Batam Dorong Warga Tanjung Uncang Mandiri lewat Program SEHATI, Gabungkan Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Sampah

RBNnews.co.id, Batam – PT PLN Batam terus mendorong pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya melalui program yang tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga membangun keterampilan, ketahanan pangan, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Program SEHATI (Sinergi Lingkungan dan Ketahanan Pangan Inklusif) yang dilaksanakan di kawasan Tanjung Uncang, Batam, Jumat, (11 – 09 – 2026)

Program ini hadir sebagai respons terhadap sejumlah tantangan yang masih dihadapi masyarakat, mulai dari pengelolaan lingkungan yang perlu diperkuat, keterbatasan sarana ketahanan pangan, hingga kebutuhan peningkatan kapasitas kelompok masyarakat agar mampu mengembangkan kegiatan produktif secara berkelanjutan.

Melalui Program SEHATI, masyarakat tidak hanya mendapatkan dukungan sarana, tetapi juga didorong untuk mengembangkan potensi yang dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga lingkungan.

Salah satu kegiatan yang dikembangkan adalah budidaya ikan nila menggunakan sistem bioflok. Sistem tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan lahan dan sumber daya secara lebih produktif, sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, program ini telah menghasilkan dua kolam bioflok yang menjadi salah satu sarana pengembangan budidaya ikan nila bagi masyarakat penerima manfaat.

Tidak berhenti pada sektor pangan, SEHATI juga memberikan perhatian terhadap persoalan pengelolaan sampah melalui penguatan Unit Bank Sampah Taburosi.

Penguatan tersebut dilengkapi dengan kegiatan pelatihan pengolahan sampah sehingga masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat mendukung pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.

Pendekatan ini menjadi penting karena persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi aktivitas produktif apabila dikelola dengan baik.

Dorong Nilai Tambah dari Potensi Lokal
Program SEHATI juga diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah dari hasil budidaya ikan nila. Masyarakat tidak hanya diperkenalkan pada kegiatan produksi, tetapi juga didorong untuk mengembangkan produk olahan berbahan dasar ikan.

BACA JUGA  Parah, Diduga Pihak Asuransi Indo Surya Life Tidak Berniat Mencairkan Claim Nasabah Yang Telah Meninggal Dunia

Langkah tersebut membuka peluang agar hasil budidaya memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan tidak berhenti sebagai komoditas mentah.

Dengan demikian, program pemberdayaan dapat membentuk rangkaian kegiatan yang saling terhubung, mulai dari budidaya ikan, pengolahan hasil, hingga pengembangan keterampilan kelompok masyarakat.

Program tersebut telah memberikan manfaat langsung kepada sedikitnya 26 penerima manfaat utama, yang terdiri dari anggota kelompok binaan dan 16 balita penerima PMT. Selain itu, manfaat program juga dirasakan secara tidak langsung oleh masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Dari sisi pemberdayaan, keberadaan program ini diharapkan dapat memperkuat keterampilan masyarakat dalam mengelola potensi yang ada di lingkungannya. Sementara dari sisi lingkungan, penguatan Bank Sampah Taburosi menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran dan kebiasaan pengelolaan sampah secara lebih terorganisasi.

Ketahanan Pangan dan Lingkungan Dibangun Bersamaan
Program SEHATI menunjukkan bahwa upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan dengan pengelolaan lingkungan.

Budidaya ikan nila melalui sistem bioflok memberikan ruang bagi pengembangan ketahanan pangan, sementara penguatan bank sampah dan pelatihan pengolahan sampah mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga lingkungan.

Kombinasi tersebut menciptakan pendekatan pemberdayaan yang tidak hanya berfokus pada hasil jangka pendek, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat.

Di sekitar PLTGU Tanjung Uncang, program ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem masyarakat yang lebih mandiri melalui pengembangan keterampilan, aktivitas produktif, serta pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Ke depan, keberlanjutan program menjadi faktor penting agar berbagai sarana dan keterampilan yang telah dibangun dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat.

Program SEHATI juga memperlihatkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari potensi yang ada di lingkungan sekitar. Ketika ketahanan pangan, pengelolaan sampah, keterampilan, dan pengembangan produk lokal dipadukan, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima program, tetapi berpotensi memberikan dampak lebih luas bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

BACA JUGA  Wartawan Dikeroyok, PWMOI Batam: Sejauh Mana DP Menjalankan Tugas Pokok dan Fungsi Sesuai UU Pers?

Melalui pendekatan tersebut, PLN Batam terus berupaya menghadirkan program pemberdayaan yang mendorong masyarakat agar semakin berdaya, produktif, dan mandiri, sekaligus membangun lingkungan yang lebih baik di sekitar wilayah operasional perusahaan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *