Yusril Koto Tuding Proyek Siluman, Tokoh Masyarakat Pulau Kasu Geram & Minta Pertanggungjawaban!

RBNnews.co.id, Batam – Sejumlah tokoh masyarakat Pulau Kasu Kecamatan Belakang Padang Kota Batam menyampaikan kecaman, Selasa (09/06/26).

Kecaman tersebut ditujukan terhadap unggahan yang beredar di akun TikTok @YusrilKoto pada 9 Juni 2026.

Unggahan tersebut menampilkan foto bertuliskan “Minta Transparansi, LSM LIRA Kepri Desak Pengusutan Proyek Siluman di Pulau Kasu” serta narasi tambahan yang menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum dewan dalam proyek tersebut.

Pernyataan itu memicu reaksi keras dari tokoh masyarakat Pulau Kasu. Mereka geram atas pernyataan yang telah dibuat oleh Yusril.

BACA JUGA  Que Club Billiard Cemara Asri Kembali Buka, Harga 20 Ribu Per Jam & Gratis Minuman!

Melalui sebuah video yang diunggah akun TikTok @alelbeck, sejumlah tokoh masyarakat, pemuda, serta perwakilan Forum RT/RW menyatakan keberatan dan meminta Yusril Koto mempertanggungjawabkan pernyataannya.

Dalam video berdurasi sekitar tujuh menit tersebut, salah seorang tokoh masyarakat Pulau Kasu mengaku tersinggung dengan penyebutan proyek pembangunan di wilayah mereka sebagai “proyek siluman”.

“Kami merasa tersinggung selaku orang tua. Pernyataan Pak Yusril yang menyebut proyek yang ada di Pulau Kasu ini adalah proyek siluman sangat kami sesalkan. Pak Yusril orang berpendidikan, bukan orang bodoh. Kenapa sampai menyampaikan hal seperti itu,” Ujarnya.

Ia juga mengajak Yusril Koto untuk datang langsung ke Pulau Kasu guna melihat kondisi masyarakat dan pembangunan yang berlangsung di wilayah tersebut.

BACA JUGA  Hadiri Pesta Pernikahan Anak Pendiri IKP3 Kota Batam, Pengurus & Anggota Ikut Rasakan Baralek Gadang

“Kalau Pak Yusril ingin tahu, datanglah ke tempat kami. Lihat bagaimana masyarakat Kelurahan Kasu bersatu. Saya hidup dari zaman Presiden Soekarno. Pak Yusril mungkin baru hidup, tetapi beliau tidak tahu bagaimana kuatnya persatuan masyarakat kami,” Katanya.

Tokoh masyarakat tersebut menjelaskan bahwa berbagai pembangunan sosial dan keagamaan di Pulau Kasu selama ini banyak dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.

Ia mencontohkan pembangunan Masjid dan kegiatan keagamaan yang menurutnya tidak bergantung pada permintaan bantuan dari pihak luar.

“Masjid kami dibangun dengan swadaya masyarakat. Kami tidak pernah meminta-minta. Kalau ada bantuan pemerintah tentu kami terima dengan ikhlas, tetapi masyarakat kami mampu bergotong royong dan mendukung pembangunan secara mandiri,” Tegasnya.

BACA JUGA  Tiga Produk Inovasi Wakili Batam di Ajang Lomba Inovasi TTG Tingkat Kepri

Menurutnya, penyebutan proyek siluman telah menciptakan kesan negatif terhadap masyarakat Pulau Kasu.

“Kami merasa difitnah. Seolah-olah proyek yang ada hari ini adalah proyek siluman. Kami tidak terima dengan pernyataan tersebut,” Sebutnya.

Sementara itu, Ketua Forum RT/RW Pulau Kasu, Dani, juga menyampaikan keberatan atas pernyataan yang beredar tersebut.

Ia menegaskan bahwa berbagai program pembangunan yang berjalan di Pulau Kasu bukanlah sesuatu yang baru.

BACA JUGA  MTQH X Kepri, Semua Perlombaan Berjalan Lancar di 8 Lokasi

“Kami sangat menyayangkan apa yang disampaikan Bapak Yusril. Program-program ini sudah berjalan sejak tahun 2018 hingga 2026 dan masih terus berlangsung,” Kata Dia.

Dani meminta Yusril Koto datang langsung ke Pulau Kasu untuk membuktikan tuduhannya mengenai adanya proyek siluman.

“Atas ucapan Bapak terkait proyek siluman di Pulau Kasu, kami meminta pertanggungjawaban Bapak Yusril untuk datang dan membuktikannya sendiri di sini,” Tegas Dani.

Ia juga menyatakan bahwa apabila tuduhan tersebut tidak dapat dibuktikan, maka masyarakat Pulau Kasu akan meminta pertanggungjawaban secara langsung.

BACA JUGA  Dikira Gentle, Sepertinya Rudi Mulai Takut!

“Jika Bapak tidak bisa membuktikan, maka kami segenap masyarakat Pulau Kasu akan datang ke kantor Bapak,” Tambahnya.

Senada dengan itu, Ketua Pemuda Pulau Kasu secara terbuka mengundang Yusril Koto untuk datang ke Pulau Kasu dan melihat langsung kondisi yang ada.

“Kami secara resmi mengundang Anda datang ke Pulau Kasu dan membuktikan sendiri pernyataan bahwa ada proyek siluman di sini. Jika tidak terbukti, maka Anda harus bertanggung jawab atas pernyataan tersebut,” Cetusnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh sejumlah tokoh masyarakat lainnya yang hadir dalam video tersebut.

BACA JUGA  Rutan Kelas II A Batam Gelar Buka Puasa Bersama, Santunan Anak Yatim & Bansos ke Masyarakat

Mereka berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara terbuka dengan mengedepankan klarifikasi dan fakta di lapangan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *