Kebakaran di Pulau Kijang, 190 Jiwa Terdampak dan Kerugian Ditaksir Lebih dari 4 Miliar Rupiah

Berita Utama, Riau522 Views

RBNnews.co.id, Tembilahan – Tabir simpang siur mengenai skala musibah kebakaran hebat di Kelurahan Pulau Kijang akhirnya terjawab melalui rilis data final otoritas setempat, Kamis (09/04/26).

Bukan sekadar angka, laporan tersebut merupakan verifikasi faktual atas nasib ratusan warga yang kini kehilangan tempat bernaung.

Berdasarkan laporan kawat resmi nomor 400.9/65/RTH tertanggal 9 April 2026, amukan si jago merah yang melanda kawasan padat penduduk pada Rabu (08/04/26) sekitar pukul 11.10 WIB telah mencatatkan dampak sosial yang mendalam.

Kerusakan: 84 Rumah Hangus Total

Penyisiran mendalam yang dilakukan tim gabungan di lokasi RT.001 dan RT.002 RW.004 mengungkap angka kerusakan hunian yang sangat spesifik:

– Total Bangunan Terdampak: 91 Unit Rumah.
– Rumah Rusak Berat (RB): 84 Unit (Kondisi hangus total).
– Rumah Rusak Ringan (RR): 7 Unit.

Tragedi yang melumat area di sepanjang Jalan Pahlawan, Jalan Tengah Pasar Boom, dan Jalan Tepi Laut Pasar Boom ini tercatat menelan kerugian material hingga kurang lebih Rp 4.000.000.000 (Empat Miliar Rupiah).

Duka 190 Jiwa di Balik Puing

Di balik tembok-tembok yang runtuh, verifikasi kependudukan memastikan beban psikososial yang sangat berat bagi para penyintas:

– Total Kepala Keluarga (KK): 61 KK.
– Total Jiwa: 190 Orang.

Data survei tanggap darurat mengungkap profil korban yang mencakup kelompok sangat rentan, mulai dari lansia seperti Iskandar (81 thn) dan Bollo (80 thn) di RT.002, hingga balita berusia 1 tahun seperti Naura Zea Salsabila.

Sebanyak 190 jiwa yang terdampak tersebut, saat ini sangat bergantung pada percepatan distribusi bantuan logistik dan sandang dari Pemerintah Daerah.

Langkah Darurat Pemerintah

Plh. Camat Reteh, Sitti Sulastri Kusumawati, S.Sos., M.Si., telah menetapkan klasifikasi SEGERA dalam permohonan bantuan darurat kepada BAZNAS Provinsi Riau. Validasi data 91 rumah dan 190 jiwa ini menjadi basis utama agar bantuan dapat tersalurkan secara presisi tanpa hambatan birokrasi.

Menguji Nadi Kepedulian Kita

Kebakaran di Pulau Kijang bukan sekadar statistik tentang rumah yang hangus atau nilai rupiah yang menguap menjadi abu.

Ini adalah ujian bagi nadi kepedulian kolektif kita sebagai sesama manusia. Saat 190 jiwa—dari bayi yang baru mengenal dunia hingga lansia yang telah kenyang makan asam garam kehidupan—terpaksa tidur beratapkan langit, di situlah nurani kita dipanggil.

Data final ini adalah alarm. Angka 91 rumah dan 61 KK adalah seruan bahwa ada tetangga kita yang sedang kehilangan martabat ruang hidupnya.

Kepedulian bukan hanya tentang seberapa besar bantuan yang dikirimkan, tapi seberapa cepat kita hadir untuk meyakinkan mereka bahwa mereka tidak sendirian merajut kembali harapan di atas puing-puing hitam itu.

Kini, kecepatan birokrasi dan ketulusan solidaritas publik menjadi satu-satunya pelipur lara bagi masyarakat Reteh yang tengah berduka. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *