RBNnews.co.id, Batam – Beredar video viral terkait Klinik Kimia Farma Sekupang yang disebut-sebut Tolak Pasien Anak Kecil yang sudah Muntah-Muntah, Minggu (24/05/26).
Dalam postingan akun medsos Febriyan Syah yang di upload di Grup Wajah Batam, dalam video tersebut tampak seorang ayah yang mengharapkan pengobatan untuk anaknya.
“Yang penting gak bisa diperiksa ya buk ya, ini belum jam 9. Ini, tengok ini udah muntah ah. Anak kecil, Kimia Farma Sekupang,” Ungkap Seorang Ayah di dalam video tersebut.
Pria yang belum diketahui namanya itu, mengungkapkan suatu kekecewaan terhadap dokter yang tidak mau melakukan pemeriksaan terhadap anaknya yang sedang sakit.
“Dokternya gak bisa periksa katanya, inilah ah, Katanya kenapa kok sakit. Siapa yang mau sakit,” Cetus si Pria dalam video tersebut.
Dia juga menyebutkan bahwa sang Dokter tidak takut viral saat direkam olehnya.
“Ah ibuk ini, katanya dia pengen, katanya viral-viral itu gak ada katanya,” Ujarnya.
Sementara, dalam Video tersebut tampak seorang dokter perempuan berbadan gemuk dan berkacamata yang mengomentari sang pria dalam merekam kejadian tersebut.
“Lapor aja, lapor aja, lapor aja,” Sebut sang Dokter dalam rekaman video tersebut.
“Ya udah pak,” Tambah sang Dokter dalam perkataannya di video tersebut yang seolah-olah seperti menyuruh pasien pulang.
Saat ditanya lagi oleh pria tersebut, Apakah sang dokter membiarkan saja anaknya itu, Dokter Perempuan berkacama mata itu menjawab dengan tegas “Ya”.
Sang ayah dari pasien tersebut sangat kecewa atas perlakuan dari sang dokter.
“Dibiarkan saja pasien terlantar. Karena mungkin BPJS, Karena mungkin kami pakai BPJS. Ini dah muntah. Ini anak kecil, okelah makasih Kimia Farma,” Kesalnya.
“Ah, gitu ditulis. Jangan 21.00. Ini dokternya, dokter paling baik se Kota Batam. Makasih Banyak Buk Dokter terhormat, status dokter,” Pungkasnya menutup video.
Hingga berita ini dipublikasikan, awak media masih menggali informasi lebih mendalam dan juga mencoba untuk meminta tanggapan dari Pihak Klinik maupun Intansi terkait.
Penulis : Rico Yuliansyah
Editor : Redaksi












