Tokoh Adat Jemaja Timur : Pembangunan Gedung LAM Anambas Wujud Kepedulian terhadap Budaya Melayu

Kepri72 Dilihat

RBNnews.co.id, Anambas – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Jemaja Timur menyampaikan apresiasi atas Peletakan batu Pertama Gedung LAM Kabupaten Kepulauan Anambas yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Anambas ke-18. Jum’at, 26 Juni 2026.

Ketua LAM Jemaja Timur, H. Syahlan Jaya, mengatakan pembangunan Gedung LAM merupakan kabar yang sangat menggembirakan bagi masyarakat Melayu di Anambas.

Menurutnya, gedung tersebut telah lama dinantikan sebagai wadah pemersatu dan pusat kegiatan adat Melayu.

“Atas nama LAM Jemaja Timur, kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Anambas, Dato’ Aneng, dan Wakil Bupati Raja Bayu atas kepeduliannya terhadap adat dan budaya Melayu. Setelah 18 tahun Kabupaten Kepulauan Anambas berdiri, akhirnya pembangunan Gedung LAM dapat diwujudkan,” kata Syahlan.

BACA JUGA  Pelantikan Penjabat Ketua TP-PKK Kota Tanjungpinang

Ia menilai pembangunan Gedung LAM bukan hanya sekadar proyek fisik, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap marwah dan identitas masyarakat Melayu yang menjadi bagian terbesar dari masyarakat Kepulauan Anambas.

“Ini bukan sekadar pembangunan gedung, tetapi bentuk penegasan terhadap marwah adat Melayu. Sebagai suku mayoritas di Anambas dan Kepulauan Riau, Melayu harus terus dijaga dan dilestarikan. Kita juga harus bangga karena bahasa Melayu menjadi dasar Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa,” ujarnya.

Syahlan berharap keberadaan Gedung LAM nantinya dapat dimanfaatkan sebagai pusat pelestarian budaya Melayu, termasuk pengembangan seni budaya, adat istiadat, dan pembelajaran arab Arab Melayu bagi generasi muda Anambas.

Sementara itu, Hulubalang LAM Jemaja Timur, Antoni, menyebut pembangunan Gedung LAM merupakan impian panjang masyarakat adat yang akhirnya terwujud di masa kepemimpinan Bupati Aneng dan Wakil Bupati Raja Bayu.

BACA JUGA  Temu Ramah Dengan Ketum Gebu Minang, Ansar Apresiasi Kontribusi Terhadap Ekonomi

“Alhamdulillah, pembangunan Gedung LAM yang selama ini kami impikan akhirnya dapat direalisasikan. Ini adalah hajat besar masyarakat Melayu yang telah lama dinantikan,” ujar Antoni.

Menurutnya, keberadaan Gedung LAM harus menjadi pusat penguatan nilai-nilai adat dan budaya Melayu yang selama ini identik dengan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal masyarakat.

“Jangan sampai Gedung LAM hanya menjadi bangunan megah semata. Gedung ini harus hidup dengan berbagai kegiatan adat, budaya, dan pendidikan yang memperkuat jati diri masyarakat Melayu,” katanya.

Antoni juga mengingatkan pentingnya menjaga budaya lokal di tengah derasnya pengaruh budaya luar yang terus berkembang. Ia berharap masyarakat tetap menjadikan adat Melayu sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.

BACA JUGA  Pengukuhan PSMM Kota Tanjungpinang Periode 2023-2027

“Melayu harus menjadi benteng dalam menyaring budaya luar yang masuk. Kita boleh menerima kemajuan, tetapi jangan sampai kehilangan identitas dan warisan budaya yang telah ditinggalkan para leluhur,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *