RBNnews.co.id, Tembilahan – Langit siang di Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, yang semula cerah mendadak berubah menjadi pekat pada hari Rabu (8/4/2026).
Jarum jam baru saja melewati pukul 11.20 WIB ketika ketenangan warga di Jalan Pahlawan pecah oleh teriakan histeris, dimana sebuah kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk tersebut yang menghanguskan sedikitnya 106 rumah warga.
Peristiwa pilu ini bermula dari area di sekitar warung kopi “Pak Jenggot”. Menurut kesaksian M. Ndong (40), yang saat itu sedang beristirahat sejenak, api tiba-tiba muncul dan langsung membesar dari kediaman salah satu warga bernama H. Iskandar.
“Api muncul begitu cepat. Saya langsung berteriak memanggil warga, tapi cuaca memang sangat panas dan angin kencang membuat keadaan sulit dikendalikan,” ujar Ndong dengan nada getir.
Kondisi bangunan yang mayoritas semi-permanen serta hembusan angin yang kuat membuat si jago merah menari-nari dengan liar. Warga setempat sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun kekuatan alam dan besarnya kobaran api membuat usaha tersebut tampak sia-sia.
Baru pada pukul 14.00 WIB, setelah tim pemadam kebakaran dari Kecamatan Reteh berjibaku bersama ratusan warga, api akhirnya berhasil dijinakkan. Namun, kemenangan atas api itu menyisakan pemandangan yang menyayat hati: puing-puing hitam yang masih berasap di sepanjang RT 01 dan 02.
Data Kerusakan: Puluhan Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal
Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari lapangan, dampak kerusakan terbagi dalam tiga kategori:
1. 76 Rumah Hangus Total, Rata dengan tanah, termasuk milik warga senior seperti H. Sutra, Nasaruddin, hingga H. Kasim.
2. 9 Rumah Rusak Berat: Mengalami kerusakan struktur yang signifikan.
3. 19 Rumah Rusak Ringan: Termasuk di antaranya Kantor Airud yang turut terdampak di bagian sisi bangunan.
Duka Tanpa Korban Jiwa
Kapolsek Reteh dalam laporannya mengonfirmasi bahwa sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
“Masyarakat berhasil menyelamatkan diri tepat waktu sebelum api mengepung akses jalan sempit di pemukiman tersebut,” Ungkapnya, Rabu (08/04/26).
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian (lidik). Sementara itu, total kerugian materil belum bisa dipastikan.
Kini, yang tersisa hanyalah kepulan asap tipis dan tatapan kosong para warga yang harus merelakan harta benda mereka menjadi abu dalam tempo kurang dari tiga jam.
Pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan, terutama untuk pengadaan tenda darurat dan dapur umum bagi para pengungsi yang kini kehilangan tempat berteduh. (Apriyawan)












