Penyalahgunaan BBM Subsidi Kembali Ditangkap Polisi, Surat Rekom Bayar Rp 4 Juta Terbongkar! 

RBNnews.co.id, Batam – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang berhasil mengungkap praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Pertalite yang diduga telah berlangsung hampir satu tahun di wilayah Batam.

Pengungkapan ini disampaikan dalam konferensi pers di Mapolresta Barelang, Rabu (06/05/26), yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Kompol M. Debby Tri Andrestian, S.I.K., M.H.L.i.

Kasus ini terungkap berawal dari laporan masyarakat pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 06.00 WIB di kawasan SPBU Tanjung Riau.

Petugas mencurigai sebuah kendaraan yang melakukan pengisian Pertalite menggunakan 26 jerigen dalam jumlah besar.

Tim kemudian membuntuti kendaraan tersebut hingga ke Pelabuhan Rakyat Tanjung Uma dan Simpang Puskesmas Tanjung Uma. Dari hasil penyelidikan, polisi mengamankan dua tersangka berinisial AA (48) dan AS (36).

AA berperan sebagai pembeli, pengangkut, sekaligus pemilik surat rekomendasi ilegal, sedangkan AS berperan sebagai penampung dan penyalur BBM.

“Kedua pelaku menggunakan modus surat rekomendasi tembak yang diperoleh melalui calo dengan biaya sekitar Rp4 juta,” ungkap Kompol Debby.

Surat yang seharusnya diperuntukkan bagi nelayan itu disalahgunakan untuk membeli BBM hingga kuota 25 ton per bulan.
Selanjutnya, BBM subsidi tersebut dijual kembali di atas harga eceran tertinggi (HET) dengan keuntungan sekitar Rp1.000 per liter.

Polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil pick up, 26 jeriken berisi sekitar 815 liter Pertalite, serta dokumen rekomendasi yang diduga palsu.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 40 angka 9 Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja dengan ancaman pidana maksimal enam tahun penjara.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak tergiur dengan tawaran pengurusan surat rekomendasi BBM subsidi secara ilegal dan segera melaporkan jika menemukan praktik serupa. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *