Bersihkan Pantai, Menanti Air Berah : Potret Warga Kusik Sambut Ramadan

RBNnews.co.id, Anambas – Suara sapu lidi dan cangkul bersahutan di pesisir Pantai Kusik, RT 06 RW 03 Desa Rewak, Kelurahan Letung, Kecamatan Jemaja, Jumat (14/2/2026). Sebanyak 22 kepala keluarga (KK) yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan bergotong royong membersihkan lingkungan rumah, mushola, hingga bibir pantai.

Sejak pagi, para bapak terlihat mengangkat kayu-kayu hanyut serta sampah kiriman laut, sementara ibu-ibu memungut dedaunan dan plastik di sekitar permukiman. Mushola dan lingkungan sekitarnya turut dibersihkan agar lebih nyaman digunakan menjelang bulan suci Ramadan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 sekaligus sebagai persiapan menyongsong Ramadan dengan lingkungan yang lebih bersih dan tertata. Bagi warga pesisir Kusik, gotong royong bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan tradisi kebersamaan yang terus dijaga setiap tahun.

Ketua RT 06 Desa Rewak, Baharudin, mengatakan gotong royong menjelang Ramadan telah menjadi agenda rutin masyarakat.

“Setiap tahun kami melaksanakan gotong royong untuk menyambut Ramadan. Harapannya lingkungan bersih dan masyarakat lebih nyaman menjalankan ibadah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan surat dari pemerintah desa, kegiatan gotong royong dijadwalkan berlangsung pada 14–17 Februari 2026. Namun melalui musyawarah, warga sepakat melaksanakannya pada hari Jumat karena bertepatan dengan hari libur rutin masyarakat.

Pantai Ramai, Fasilitas Masih Terbatas
Di balik semangat kebersamaan itu, warga juga menyimpan harapan terhadap pengembangan Pantai Kusik yang kini mulai ramai dikunjungi masyarakat dan wisatawan untuk berenang maupun bersantai.

Menurut Baharudin, kawasan pantai tersebut sebelumnya pernah ditandai dengan peletakan batu oleh bupati terdahulu sebagai simbol awal pengembangan wisata. Namun hingga saat ini belum terlihat kelanjutan pembangunan yang signifikan.

Fasilitas penunjang wisata masih tergolong minim. Hanya satu gazebo yang masih dalam kondisi baik, sementara satu lainnya telah rusak. Pondok santai yang tersedia di sekitar pantai sebagian besar dibangun secara swadaya oleh masyarakat.

Selain itu, persoalan jaringan internet juga menjadi perhatian warga. Mereka berharap tower yang menjangkau tiga desa di Kecamatan Jemaja Barat dapat berfungsi lebih optimal, seiring meningkatnya kunjungan masyarakat ke Pantai Kusik yang mulai dikenal sebagai salah satu destinasi wisata lokal.

Air Bersih Masih Jadi Kebutuhan Mendesak
Di sisi lain, persoalan yang paling dirasakan warga saat ini adalah ketersediaan air bersih. Tokoh masyarakat setempat, Muhammad Said, menyebut pasokan air masih sangat bergantung pada kondisi cuaca.

“Kalau musim hujan air cukup. Tapi saat kemarau, kami harus menunggu beberapa hari hingga penampungan terisi penuh baru kran dibuka. Kadang masih menggunakan ember,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, akses air bersih di wilayah tersebut awalnya diperoleh melalui program PNPM sekitar tahun 2004. Saat ini, pemerintah desa telah membangun bak penampungan air di wilayah Dapan, namun fasilitas tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Ketua RT 05 Dapan Desa Rewak membenarkan bahwa pembangunan bak air bersih telah dilaksanakan menggunakan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025. Namun pengerjaannya masih bersifat bertahap dan menunggu kelanjutan pendanaan pada tahun berjalan.

Pembangunan peningkatan sumber air bersih di wilayah tersebut dibiayai melalui Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp217.662.918 dengan panjang pekerjaan 1.300 meter, sebagaimana tercantum pada papan informasi proyek.

Sementara itu, pihak Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) menyatakan hanya bertugas sebagai pengawas teknis dan menyarankan konfirmasi lebih lanjut kepada pemerintah desa terkait progres pekerjaan dan target penyelesaian.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Rewak belum memberikan keterangan terkait progres pembangunan bak air bersih, besaran realisasi anggaran, maupun target penyelesaian pekerjaan.

Di tengah keterbatasan tersebut, warga tetap bergerak dengan kemampuan sendiri membersihkan pantai, merawat mushola, dan menjaga lingkungan tempat tinggal.

Gotong royong di Pantai Kusik menjadi cerminan bahwa kepedulian masyarakat berjalan lebih dulu, sementara harapan terhadap penyediaan air bersih, pengembangan fasilitas wisata, dan perbaikan jaringan komunikasi masih menunggu perhatian dan penyelesaian yang nyata. (Wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *