RBNnews.co.id, Batam – Kasus polemik security yang mengusir keluarga pasien yang sedang menunggu di IGD RSUD Embung Fatimah berakhir damai.
RSUD Embung Fatimah memfasilitasi pertemuan antara keluarga pasien dengan oknum security yang bernama Bagus.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Kadinkes Kota Batam dr. Didi Kusmarjadi, Sp.OG, M.M., Wadir Yanmed dan Keperawatan RSUD Embung Fatimah drg. Irma Solvia, MKM, Kabag Umum dan Kepegawaian RSUD Kasmawati SAG, dan Chief Security Sartono.
Dalam pertemuan tersebut, oknum security yang bernama bagus telah meminta maaf langsung kepada keluarga pasien atas kejadian yang telah terjadi di RSUD Embung Fatimah.
Sementara keluarga pasien, Rico Yuliansyah juga menerima permintaan maaf dari oknum security yang bernama bagus itu.
Ia juga berharap agar RSUD Embung Fatimah bisa lebih memperbaiki pelayanan baik dalam segi pelayanan umum maupun medis.
“Mudah mudahan dengan kejadian ini, RSUD bisa lebih memperbaiki lagi pelayan baik itu pelayanan umum maupun medis,” Ungkap Rico di depan Kadinkes dan Wadir Yanmed dan Pelayanan RSUD Embung Fatimah.
Di tempat yang sama, Kadinkes Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi, Sp.OG, M.M mengatakan bahwa Ia menyesalkan terkait apa yang telah terjadi.
“Kami menyesalkan apabila terdapat masyarakat yang merasa kurang nyaman atas cara penyampaian teguran oleh petugas keamanan di lingkungan RSUD,” Kata Didi.
Ia menjelaskan bahwa dalam pelayanan di RSUD harus mengedepankan etika dan kesopanan.
“Setiap petugas, termasuk pihak ketiga yang bekerja sama dengan rumah sakit, wajib mengedepankan etika, kesopanan, dan pendekatan yang humanis dalam berinteraksi dengan masyarakat,” Paparnya.
Didi juga menyebutkan bahwa RSUD Embung Fatimah merupakan wajah dari pelayanan Pemko Batam di bidang kesehatan.
“Sebagai rumah sakit umum daerah yang menjadi salah satu wajah pelayanan Pemerintah Kota Batam di bidang kesehatan,” Ucapnya.
“RSUD harus mampu menghadirkan pelayanan yang mengayomi, ramah, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat, tanpa mengabaikan aspek keamanan dan ketertiban,” Tambah Didi.
Didi juga meminta pihak RSUD Embung Fatimah untuk melakukan evaluasi dan pembinaan.
“Kami meminta manajemen RSUD untuk melakukan evaluasi serta pembinaan kepada seluruh petugas terkait agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” Ujarnya.
Terakhir, Ia menegaskan bahwa keamanan tetap penting, namun harus dijalankan dengan santun.
“Keamanan tetap penting, namun harus dijalankan dengan cara yang santun, profesional, dan menghormati masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan,” Pungkasnya.
Sedangkan dari Management RSUD Embung Fatimah mengatakan bahwa akan melakukan evaluasi terkait kejadian tersebut.
Pertemuan tersebut berlangsung selama kurang lebih 1 jam dan berakhir saling bersalam-salaman dan memaafkan terkait kejadian yang telah terjadi. (Red)










