Perjuangkan Harga Acuan Kelapa, Bupati Inhil Surati Menteri Pertanian RI

Riau133 Views

RBNnews.co.id, Inhil – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir terus melakukan berbagai upaya dalam menyikapi fluktuasi harga kelapa yang berdampak terhadap pendapatan petani dan perekonomian masyarakat.

Salah satu langkah yang ditempuh yakni mengajukan permohonan penetapan harga acuan pembelian komoditas kelapa kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia.

Bupati Indragiri Hilir, Haji Herman, menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berjuang mencari solusi terbaik bagi sektor perkelapaan meski memiliki keterbatasan kewenangan sebagai pemerintah daerah.

“Dengan keterbatasan kewenangan yang kami miliki selaku kepala daerah, kami terus berjuang menempuh dan mengupayakan berbagai ikhtiar terkait perkelapaan di Indragiri Hilir,” Ujar Haji Herman dalam ekpose penjelasan terkait kondisi harga kelapa, Senin (18/05/26).

Melalui Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI, Pemkab Inhil telah menyampaikan surat resmi permohonan penetapan Harga Acuan Pembelian (HAP) komoditas kelapa.

Surat tersebut selanjutnya akan diteruskan kepada Menteri Pertanian RI untuk ditindaklanjuti.

Dalam surat bernomor 500.6/245/DISTAN itu, Pemkab Inhil mengusulkan harga acuan kelapa sebesar Rp5.000 per kilogram kelapa bulat.

Langkah tersebut dinilai penting guna memberikan kepastian harga dan perlindungan terhadap petani kelapa di tengah fluktuasi pasar.

Selain mengusulkan penetapan harga acuan, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir juga terus meminta perhatian pemerintah pusat agar kran ekspor kelapa tetap dibuka.

“Selain permohonan penetapan harga acuan kelapa yang telah beberapa kali kita sampaikan, baik secara lisan dalam berbagai pertemuan maupun melalui surat resmi, kita juga terus mengetuk perhatian pemerintah pusat agar kran ekspor tetap dibuka,” tambahnya.

Menurut Haji Herman, upaya tersebut penting dilakukan sembari menunggu program hilirisasi kelapa berjalan di Kabupaten Indragiri Hilir.

Hilirisasi dinilai menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan masyarakat.

Dalam dokumen surat permohonan tersebut dijelaskan bahwa sektor pertanian memberikan kontribusi sebesar 46,67 persen terhadap distribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Indragiri Hilir.

Hal ini menunjukkan subsektor perkebunan kelapa memiliki peranan strategis dalam menopang ekonomi daerah dan kehidupan masyarakat.

Kabupaten Indragiri Hilir sendiri dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di Indonesia dengan luas areal perkebunan mencapai 425.470 hektare dan produksi sekitar 6.952.945 butir per hari atau sekitar 2,3 miliar butir per tahun.

Surat permohonan tersebut juga ditembuskan kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Menteri Perdagangan RI, dan Gubernur Riau. (Apriyawan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *