Warga Punggur Ditangkap Polisi Terkait Pasir, Picu Kemarahan LMB. Panglima : Kami Tidak Akan Diam!

Batam, Berita Utama1065 Views

RBNnews.co.id, Batam – Suasana penuh ketegangan dan segudang pertanyaan besar kini menyelimuti seluruh lapisan masyarakat Melayu yang bermukim di kawasan Punggur.

Gejolak ini muncul menyusul tindakan pengamanan yang dilakukan aparat keamanan Polresta Barelang terhadap salah satu warga setempat, yang berlangsung tepat pada pukul 22:00 WIB malam.

Warga tersebut dibawa dan diamankan atas dugaan terlibat dalam aktivitas pengambilan pasir di wilayah sekitar kawasan Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Rabu (20/05/26).

Tindakan pengamanan tersebut langsung memicu reaksi keras, kekecewaan mendalam, sekaligus kemarahan dari organisasi Laskar Melayu Bersatu (LMB).

Mereka menilai proses penindakan dan penanganan hukum yang diterapkan terhadap warga tersebut penuh ketidakadilan, tidak wajar, serta dianggap diskriminatif.

Suara protes ini disampaikan secara tegas dan terbuka oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat Laskar Melayu Bersatu Kepulauan Riau (DPP LMB Kepri), Panglima Utama Farizal, dalam pernyataan yang disampaikan dengan nada tinggi dan penuh penekanan.

“Kami menuntut keadilan yang setara dan sama rata, persis sama seperti apa yang pernah dialami dan diterima oleh saudara Alex yang justru kemudian diangkat menjadi bagian dari Ditpam. Mengapa ada perlakuan yang berbeda? Kami minta keadilan yang nyata, bukan sekadar aturan yang dipilih-pilih penerapannya,” tegas Panglima Utama Farizal dengan nada yang keras dan lugas, menyoroti apa yang mereka anggap sebagai standar ganda dalam penegakan hukum di wilayah tersebut.

Melalui pernyataan resmi tersebut, Farizal menyampaikan keprihatinan yang mendalam sekaligus menyampaikan tuntutan tegas kepada seluruh pihak berwenang dan aparat penegak hukum.

Ia menegaskan bahwa pihaknya dan seluruh elemen masyarakat Melayu telah bersatu padu, hadir dengan tekad bulat, dan siap berjuang habis-habisan demi memperoleh rasa keadilan bagi warga yang diamankan tersebut.

Tidak ada lagi kompromi atas apa yang mereka rasa sebagai penghinaan terhadap hak-hak warga.

“Kami akan terus berjuang demi nasib anak-anak Melayu, demi orang tua kami yang diamankan tanpa pemberitahuan yang jelas dan prosedur yang transparan. Kami tidak akan diam saja melihat ini terjadi. Ini bukan sekadar masalah satu orang, tapi masalah harga diri dan keadilan bagi seluruh masyarakat Melayu,” tambah Farizal, menegaskan sikap organisasinya yang tidak akan mundur selangkah pun.

Salah satu poin utama yang disorot tajam oleh pihak LMB dan tokoh masyarakat adalah alur waktu proses pengamanan yang dianggap tidak manusiawi dan tidak wajar.

Berdasarkan data yang dihimpun, warga tersebut mulai diamankan pada pukul 22:00 WIB, namun proses pemeriksaan baru dimulai tepat pukul 02:30 dini hari.

Artinya, terdapat jeda waktu yang sangat panjang selama 4 jam 30 menit di mana keberadaan, kondisi fisik, dan keadaan warga tersebut berada dalam ketidakpastian dan di bawah pengawasan aparat tanpa ada proses hukum yang berjalan.

Jeda waktu ini menjadi tanda tanya besar dan alasan utama mengapa masyarakat merasa proses ini penuh kejanggalan.

Amarah dan rasa tidak terima ini semakin memuncak. Tokoh-tokoh masyarakat Melayu yang hadir dalam penyampaian pernyataan ini secara tegas akan melakukan aksi turun ke kantor BP Batam sebagai bentuk protes keras.

Keputusan ini diambil karena mereka merasa harga diri, kehormatan, dan keberadaan masyarakat Melayu sebagai bagian dari warga Batam telah dilecehkan dan diabaikan.

“Bangsa Melayu tidak akan tinggal diam dengan masalah ini. Kami merasa diperlakukan tidak adil dan dilecehkan. Jika ini tidak segera diselesaikan dengan benar dan adil, kami siap turun bersama-sama menyuarakan hak kami di depan BP Batam. Kami tidak takut, karena kami berada di jalan kebenaran dan keadilan,” ujar salah satu tokoh masyarakat dengan nada penuh ketegasan.

Hingga berita ini diturunkan, tim media masih terus memantau perkembangan situasi dan menunggu informasi lebih lanjut serta penjelasan resmi dari pihak berwenang terkait alasan pengamanan, proses hukum yang dijalani, serta kejelasan terkait jeda waktu panjang sebelum pemeriksaan dimulai.

Ketegangan di kawasan Punggur masih terasa sangat kencang, dan seluruh mata masyarakat kini tertuju pada langkah selanjutnya yang akan diambil oleh pihak berwenang untuk menjawab tuntutan keadilan ini.

Sumber : pelindungnegeri.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *